Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

BIN Pantau Akun Twitter & Facebook yang Membahayakan


Jakarta - Sosial media kini tak luput dari pantauan Badan Intelijen Negara (BIN). Twitter dan Facebook kini ikut dimata-matai. Bila ada sesuatu yang membahayakan BIN akan mengkoordinasikannya dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

"Yang membahayakan tentu kita pantau, yang arahnya teror dan subversif tentu kita pantau. Tetapi datanya kita serahkan ke Menkominfo," jelas Kepala BIN Sutanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Kemudian, lanjut Sutanto, setelah ditemukan yang diduga subversif, BIN menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkominfo untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Kita hanya memberikan peringatan dini kepada instansi terkait, misalnya kalau masalah hukum kita serahkan ke kepolisian, masalah penyelundupan ke Bea dan Cukai. Kita ingin memperkuat Departemen terkait supaya bisa berfungsi lebih kuat" jelasnya.

Sosial media, lanjut Sutanto, pada dasarnya sarana untuk masyarakat berkomunikasi, tapi tentu mesti disikapi dengan arif. "Karena bisa juga dimanfaatkan pihak tertentu," tuturnya.

Diambil dari : okezone.com

Ancaman Blokir Belum Dicabut


JAKARTA - Ultimatum pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk memblokir akses internet Blackberry di Indonesia mulai reda. Itu setelah developer Blackberry yakni Research In Motion (RIM) memberikan sinyalemen positif dan menyatakan siap memblokir akses situs porno dalam jaringan ponsel pintar itu. Namun, RIM baru menyatakan komitmen lisan kepada media karena itu Kemenkominfo masih memberlakukan peringatan itu hingga batas waktu 17 Januari 2011.

"Tapi kami merespon positif sinyalemen ini. Mereka cepat sekali menanggapinya dan mengirim rilis kepada media Senin kemarin," ujar Juru Bicara Kemenkominfo, Gatot S Dewobroto kepada Jawa Pos di Jakarta tadi malam.

Seperti diwartakan, pada Senin (10/1) dua hari lalu RIM telah memberikan rilis kepada media yang dikirim lewat surat elektronik. Mereka menyatakan siap mematuhi dan mengikuti aturan sensor di Indonesia. Manajemen RIM menjadikan kepatuhan itu sebagai prioritas untuk mengatur segala penerapan layanan BlackBerry di Indonesia.

Perusahaan asal Kanada itu mengaku sedang membicarakan aturan sensor layanan internet BlackBerry dengan partner usaha dan pemerintah Indonesia. RIM juga memastikan layanan BlackBerry, seperti fitur BlackBerry Messenger dan push email, tetap berjalan seperti biasa.

Terkait hal itu, Gatot mengatakan, RIM belum memberikan surat pemberitahun atau Terms of Condition secara resmi kepada Kemenkominfo. Karenanya, dia tidak mau berandai-andai apakah penonaktifan akses internet melalui Blackberry dibatalkan atau tidak. "Kepastian baru bisa diketahui pada pertemuan resmi pekan depan," kata dia.

Kemenkominfo juga menglarifikasi simpang siur pemberitaan yang beredar di media massa terkait rencana blokir Blackberry. Meralat pernyataan yang telah beredar, blokir atau penonaktifan hanya akan dilakukan pemerintah terhadap akses browsing internet dengan Blackberry saja. Artinya, semua fasilitas lain yang ada di ponsel pintar itu seperti akses Facebook, Twitter, Yahoo Messenger dan bahkan Blackberry Messenger masih dapat digunakan ketika status blokir diberlakukan. "Kemungkinan terburuknya kalau mau pakai internet ya harus berlangganan GPRS di operatornya. Kalau kirim SMS dan telepon jelas masih bisa" jabarnya.

Menkominfo Tifatul Sembirin menambahkan, blokir akses internet Blackberry tidak dimaksud merugikan pelanggan layanan ponsel pintar itu. Apalagi jumlahnya saat ini sudah mencapai angka 3 juta orang. Karena itu, ancaman blokir hanya akan berlaku sampai RIM memberikan komitmen tertulis dan siap mematuhi Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. "Artinya kalau RIM kooperatif maka detik itu juga blokir dicabut," ujar dia.

Tifatul mengatakan, dari jumlah tiga juta user Blackberry, dua juta adalah pelanggan resmi dan satu juta pelanggaran gelap. Dengan rata-rata tarif yang dibebankan RIM kepada operator rekanan USD 4 per orang per bulan, perusahaan asal Kanada itu bisa meraup keuntungan bersih Rp189 miliar per bulan atau Rp2,268 triliun per tahun. "Uang itu milik rakyat Indonesia untuk RIM," kata dia.

Menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan bahwa RIM selama ini terindikasi tidak membayar pajak kepada pemerintah. RIM juga tidak membangun infrastruktur jaringan apapun di Indonesia karena untuk pengoperasian Blackberry mereka bekerjasama dengan operator lokal. "Karena itu pemerintah mengingatkan kewajiban RIM untuk mematuhi aturan layaknya pengusaha lain di negeri ini," kata dia.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi memperjelas penyataan Tifatul. Menurut dia pemerintah sedang menghitung detail komponen tarif layanan Blackberry. Rata-rata tarif berlangganan Blackberry di Indonesia Rp 100 ribu. Dari jumlah itu operator menyetorkan USD 4 per bulan kepada RIM. Ketentuan pemerintah, ada setoran 0,5 persen untuk pajak telekomunikasi dan 1,25 persen untuk Universal Service Obligation (USO). BRTI masih meneliti apakah pajak itu dipotong dari harga kotor yakni Rp 100 ribu atau dari tarif sisa setoran ke RIM. "Kalau pemotongan dari tarif setoran operator ke RIM maka mereka tidak membayar pajak," jelasnya.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang berseteru dengan RIM. Sejak tahun lalu, sejumlah negara telah bersuara terkait keberadaan server Blackberry yang hanya terpusat di Kanada dan tidak adanya server lokal. Negara-negara yang mendesak RIM itu antara lain, India, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan dan Cina. India dan Uni Emirat Arab (UAE) meminta RIM membuka akses servernya untuk kepentingan mengungkap kejahatan sama seperti apa yang berlaku di Indonesia. Hingga kini India belum bersepakat dengan RIM, sedangkan UAE masih dalam tahap negoisasi.

Tahun lalu, Pakistan juga mememinta RIM menutup akses ke situs jejaring sosial Facebook lewat layanan BlackBerry. Dewan Telekomunikasi Pakistan mengeluarkan permintaan itu setelah Pengadilan Tinggi Lahore melarang Facebook gara-gara ada kompetisi menggambar Nabi Muhammad yang disebarkan lewat Facebook.

Salah satu negara yang sukses "mengekang" layanan Blackberry adalah Tiongkok. RIM berusaha masuk Negeri Tirai Bambu sejak 2006 namunb Blackberry baru bisa beroperasi pada 2008. Layanan BlackBerry di Tiongkok benar-benar dikontrol pemerintah. Bukan hanya terkait situs porno tapi juga situs-situs yang kritis terhadap pemerintah juga diblokir.

Terkait fakta itu, Heru menegaskan, permintaan agar RIM membikin server di Indonesia akan menguntungkan konsumen. Selain tarif langganan Blackberry turun, server di Indonesia memungkinkan penyadapan hukum. Upaya penegak hukum mengakses informasi dari Blackberry juga lebih mudah. "Ini bertujuan untuk keamanan negara termasuk memberantas korupsi, mencegah aksi terorisme, dan mengamankan rahasia negara," kata dia. (zul)

Diambil dari : JPNN.com

Twitter Masuk Nominasi Nobel Perdamaian


Situs microblogging yang berbasis di San Fransisco, Twitter sepertinya telah ‘melangkahi’ jalur Facebook dengan sangat mengagumkan. Mark Pfeifle, seorang Deputy National Security Adviser mantan presiden George W. Bush yang berasal dari aliran Republic, percaya bahwa founder Twitter seharusnya memenangkan hadiah Nobel Perdamaian (Nobel Peace Prize) untuk aturan yang dimainkan Twitter berkaitan dengan aksi protest di Iran.

“Jika ada seseorang yang memiliki kemungkinan mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian di waktu selanjutnya, seharusnya yang mendapatkannya adalah founder Twitter yang menunda menyetel ulang system mereka demi jumlah tweet yang banyak yang dikirimkan minggu lalu.” ungkap Pfeifle, seperti yang dilansir dari Fox News.

Pfeifle merekomendasikan display Twitter yang berani, ketika Twitter menunda rutinitas maintenance systemnya sehingga protester dari Iran yang marah dapat melanjutkan mengirimkan tweet mengenai revolusi mereka. “Ketika jurnalis tradisional dipaksa meninggalkan negara Iran, Twitter menjadi jendela dunia untuk memperlihatkan harapan, kepahlawanan, dan kengerian. Twitter menjadi ‘meja tulis’, reporter dan produsernya. Untuk itu, Twitter dan creator-nya dipertimbangkan mendapatkan Nobel Perdamaian.” kata Pfeifle.

Diambil dari: Beritanet.com

Twitter Diblok, Presiden China Tetap Blogging


VIVAnews - Presiden China, Hu Jintao, mengadopsi teknologi mikroblog meski pemerintah China cenderung mengekang kebebasan berekspresi para pengguna mikroblog di negara tersebut.

Twitter, situs mikroblog populer di dunia telah diblok di China sejak tahun lalu. Adapun otoritas meminta rival-rivalnya untuk menyensor pesan-pesan yang diposting oleh pengguna dengan dalih agar topik-topik sensitif seperti isu yang menyangkut politik tidak menjadi bahan perbicangan online.

Situs mikroblog Hu berada dalam layanan yang dioperasikan oleh People's Daily, surat kabar resmi partai berkuasa, Partai Komunis. Mikroblog tersebut juga hanya bisa dilihat oleh pengguna yang terdaftar dalam layanan yang bersangkutan.

Seperti diberitakan media setempat, seperti Global Times, Hu tidak memposting apapun pada sampai Senin, 22 Februari 2010. Namun, ribuan orang telah mendaftar agar bisa menerima pesan-pesannya.

Hu juga tidak mengunggah gambar untuk akunnya, tetapi dia memasukkan paham politiknya. Sampai saat ini, belum jelas kapan akun tersebut dibuka.

Beberapa pengguna mikroblog rata-rata memposting pemberitahuan bahwa mereka baru saja membuka akun mikroblog setelah mengetahui bahwa Hu juga melakukannya. Sementara sejumlah pengguna lain mengucapkan selamat Tahun Baru China pada Hu.

Hu adalah pejabat elit pertama China yang membuka sebuah mikroblog. Akan tetapi, Hu dan pejabat lainnya, termasuk Perdana Menteri Wen Jiabao, sebelumnya telah muncul dalam obrolan online dengan para pendukungnya.

Sebelum ini, presiden Amerika Serikat, Barack Obama, juga sudah mendaftar di layanan mikroblog Twitter.

Diambil dari: fokus.vivanews.com

FACEBOOK WILL END ON MARCH 15th, 2012!


PALO ALTO, CA –Mark Zuckerberg announced that Facebook will be shut down in March of 2012. Managing the site has become too stressful.

“Facebook has gotten out of control,” said Zuckerberg in a press conference outside his Palo Alto office, “and the stress of managing this company has ruined my life. I need to put an end to all the madness.”

Zuckerberg went on to explain that starting March 15th of next year, users will no longer be able to access their Facebook accounts. That gives users (and Facebook addicts) a year to adjust to life without Facebook.

“After March 15th, 2012 the whole website shuts down,” said Avrat Humarthi, Vice President of Technical Affairs at Facebook. “So if you ever want to see your pictures again, I recommend you take them off the internet. You won’t be able to get them back after Facebook goes out of business.”

Zuckerberg said the decision to shut down Facebook was difficult, but that he does not think people will be upset.

“I personally don’t think it’s a big deal,” he said in a private phone interview. “And to be honest, I think it’s for the better. Without Facebook, people will have to go outside and make real friends. That’s always a good thing.”

Some Facebook users were furious upon hearing the shocking news.

“What am I going to do without Facebook?” said Denise Bradshaw, a high school student from Indiana. “My life revolves around it. I’m on Facebook at least 10 hours a day. Now what am I going to do with all that free time?”

However, parents across the country have been experiencing a long anticipated sense of relief.

“I’m glad the Facebook nightmare is over,” said Jon Guttari, a single parent from Detroit. “Now my teenager’s face won’t be glued to a computer screen all day. Maybe I can even have a conversation with her.”

Those in the financial industry are criticizing Zuckerberg for walking away from a multibillion dollar franchise. Facebook is currently ranked as one of the wealthiest businesses in the world, with economists estimating its value at around 7.9 billion.

But Zuckerberg remains unruffled by these accusations. He said he will stand by his decision to give Facebook the axe.

“I don’t care about the money,” said Zuckerberg. “I just want my old life back.”

The Facebook Corporation suggests that users remove all of their personal information from the website before March 15th, 2012. After that date, all photos, notes, links, and videos will be permanently erased.

Diambil dari: Weekly World News